Inikah rasanya Pemilu 2019 di Tokyo

Inikah rasanya Pemilu 2019 di Tokyo

2019, waktunya Indonesia memilih Presiden dan Wakil Presiden baru setelah melewati lima tahun masa pemerintahan Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mengikuti serangkaian pesta demokrasi di negerinya para kreator anime dunia, tentu akan sedikit berbeda dengan yang diadakan di tanah air. Nah, apa saja perbedaannya?.
Disclaimer: Data yang saya gunakan dalam tulisan ini adalah data pribadi. Tulisan kali ini hanya  menulis lingkup Pemilu Tokyo yang saya alami sendiri. Tidak ada paksaan atau bisikan halus dalam bercerita di sini. 🙂

Apa saja perbedaannya ?

1. Waktu.
Menggelar pemilu di luar negeri tentu bisa saja berbeda hari dengan pelaksanaan Pemilu di Indonesia tercnta. Umumnya diadakan pada akhir pekan, Sabtu atau Minggu. Karena hanya pada hari itulah para Warga Negara Indonesia yang merantau biasanya libur dari aktivitas harian mereka seperti kerja atau sekolah. 
So, kalau dipaksakan sama harinya dengan Indonesia yaitu hari Rabu, 17 April 2019. Wah,,mungkin akan sepi mamring TPS nya, karena tidak semua bisa mengambil cuti/libur pada hari efektif. 
TPS Pemilu Tokyo 2019. Balai SRIT (Sekolah Rakyat Indonesia Tokyo).
2. Sistem Pengambilan Suara

Untuk di luar negeri, dikarenakan panitia yang terbatas dan dengan cakupan hampir seluruh WNI di Jepang, maka Panitia menyediakan dua pilihan:
>Pertama, pengiriman surat suara melalui POS. 
>Kedua, menggunakan hak pilih langsung di TPS.

Nah, bagi WNI yang telah terdaftar datanya di sistem Pemilu Tokyo, akan mendapatkan kiriman amplop C6 berisi undangan untuk menggunakan hak pilih langsung di TPS Tokyo. Nah, kalau udah dapat undangan gini, dah pasti bisa nyoblos langsung. Karena data kita sudah terekam sempurna di database Pemilu Luar Negeri Tokyo. Jadi kalau lima tahun lagi kamu ada di Jepang, pastikan identitas serta alamat tinggalmu tertulis dengan benar di database Pemilih. Itu akan sangat memudahkan kita buat mneggunakan hak pilih tanpa nunggu lama. Datang- antri- masuk bilik suara-celup tinta-selesai. Prosesnya tidak sampai 30 menit. 
undangan pengambilan suara model C6.

undangan pengambilan suara model C6.

Nah, untuk para Bapak Ibu yang datang dengan membawa balita, ibu hamil dan manula umumnya akan diprioritaskan untuk mengantri lebih depan agar bisa duluan memberikan hak pilihnya. Diluar itu, Ga boleh iri ya!. Kalau mau duluan, silakan hamil atau menua terlebih dahulu :’) #gak.gitu.juga.
Mengingat pemilih berasal dari seluruh wilayah Indonesia (dari Aceh hingga Papua), pada pemilihan luar negeri pun surat suaranya hanya ada dua yaitu untuk memilih Presiden & Wakil Presiden, serta DPR.

3. Suasana
Wah, bisa dibayangkan. Hampir semua WNI dari Sabang sampai Merauke yang ada di daerah Tokyo dan sekitarnya, tumplek blek jadi satu di sebuah bangunan yang disulap menjadi TPS sehari. Uyel-uyelan, gaesss. Bagi orang tua dengan balita, datang bersama keluarga yang sigap saling membantu alias gantian gendong si kecil, dan tanpa membawa stroller bayi agaknya pilihan yang tepat. Mengingat terbatasnya lahan yang akan menjadi semakin aduhai jika dipenuhi oleh parkir stroller yang berjejer di area Pemungutan Suara (TPS).

4. Tidak ada tempat parkir kendaraan
Itu tadi, karena satu tempat yang disulap menjadi TPS dadakan, akan dipenuhi masyarakat yang antusias menggunakan hak pilihnya, jadi hampir tidak ada tempat untuk parkir kendaraan. Full biyangett xD. 
5. Bazar Produk Indonesia !
Meskipun stan Bazar yang tersedia hanya dalam jumlah terbatas, tapi perhelatan akbar ini juga menarik beberapa masyarakat Indonesia yang berdagang di lokasi dengan cara COD (cash on delivery). Sambil menyelam minum air gitu loh. Sambil ke TPS, sekalian sambil nyari Indomi* dan sambil nyari tambahan tabungan buat dikirim ke Pakne dan Makne di kampuang halaman.

Beberapa orang seperti saya, sebenarnya tujuan utama datang langsung ke TPS adalah buat belanja persediaan Sambel AB*, bumbu masak, sambel pecel, sekalian andok bakso dan sate idaman ati di stan bazar. wkwkwk~ xD.

Ilustrasi Bakso diambil dari shutterstock.
6. Panitia Standard Jepang alias SUPER DUPER RAMAH.

Dari menuju gerbang masuk, di pos security pemeriksaan barang, selama di pelataran TPS, hingga pintu keluar, semua panitia yang ada menyapa dengan ucapan “Selamat pagi, Bapak”, “Terima kasih banyak Ibu”, dengan senyum mengembang yang ikhlas tanpa terlihat dipaksakan. Pun ketika suasana sedikit ‘penuh’, panitia mberusaha menenangkan dengan bahasa dan mimik wajah yang menyenangkan begitu. Ramah, Tanggap dan Super pokoknya. Otsukaresama deshita seluruh panitia Pemilu Tokyo 2019 (KPPSLN, PPLN, Panwaslu, Para Pejabat SRIT dan KBRI, semuanya pokonya). Terima kasih banyak.

Perjalanan menuju TPS. Terlihat gagah ya Garuda Indonesia nya ^_^
Nah, untuk pelaksanaan pemilu di Tokyo tahun ini, diadakan di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Meguro di pusat Ibukota Jepang. Sekolah yang terkenal menjadi jujugan para Bapak Ibu yang merantau di ngeri ini mengirim buah hatinya menuntut ilmu yang meliputi ilmu terbaru yang sedang berkembang di Jepang, serta tak lupa tetap menyisipkan ilmu-ilmu kebangsaan khas Republik Indonesia. So, meskipun gaulnya ama anime, tetap khatam unggah-ungguh dan budaya Indonesia dong. Tertarik sekolah di sini?. Sama, Saya juga sebenernya pingin kalau ga inget umur :”). 
Suasana sungai Meguro dengan suasana sakura yang berjatuhan, mengapung di kanan kiri permukaan sungai.

So, mari sambut pesta rakyat termegah tahun ini dengan menggunakan Hak Pilih teman-teman di TPS masing-masing ya. Jangan mau kalah ama para perantau yang harus menempuh jarak hingga berpuluh-puluh kilometer hanya untuk datang ke TPS.

Selamat memilih !.
Semoga apa yang kita upayakan hari ini penuh berkah dan bisa membawa perubahan yang baik bagi negara tercinta, Indonesia.

Bagaimana, sudah ke TPS kah anda hari ini? ^_~ .

4 Replies to “Inikah rasanya Pemilu 2019 di Tokyo”

  1. Masyaaallah suka sama blognya mba vidya…. Produktif sekali…
    Salam kenal, sy Yeni teman di kelas Quanta… ?

    1. wah,,Masya Alloh tabarakallohu. Alhmdllh kita pernah sekelas ya Mbak.hihi~ terima kasih banyak sdh berkenan mampir mb Yeni Farida, salam kenal jg mb. kapan2 smg ada wktu belajar bareng lagi y mb ^^~

Bagaimana tanggapanmu? Mari berbagi ^_^

%d bloggers like this: