βœ¨πŠπžπ›πžπ«π¬π’π‘πšπ§ 𝐲𝐚𝐧𝐠 πŒπ„πŒππ”πƒπ€π˜π€βœ¨

βœ¨πŠπžπ›πžπ«π¬π’π‘πšπ§ 𝐲𝐚𝐧𝐠 πŒπ„πŒππ”πƒπ€π˜π€βœ¨

Siang ini, ketika sedang menemani si kecil main ke taman, tiba-tiba salah seorang Ibu muda cantik menghampiriku,

πŸ‘©πŸ»: Vidya chan, aku dengar ada gempa besar di Indonesia. Keluarga kamu tidak apa-apa?

πŸ§•: Oh, kamu dengar berita itu,ya! Alhamdulillah tidak apa-apa. Terima kasih ya sudah tanyakan kabar keluargaku.
Oia, berita tentang suporter Jepang di acara Piala Dunia tahun ini viral banget ya?

πŸ‘©πŸ»: Oh ya? Berita apa ya?

(Lah, beliau nggak tahu ternyata 😯)

πŸ§•: Berita viral tentang suporter Jepang yang membersihkan sampah di stadion bola tempat berlangsungnya kompetisi Piala Dunia, sempat dengar tak?

πŸ‘©πŸ»: Oh, itu. Iya.

πŸ§•: Iya itu. Keren ya orang Jepang.

Dia terlihat berpikir sejenak dan menggeleng ragu,,


πŸ‘©πŸ»: E-em, karena mungkin dari kami SD sudah diajari dan dilatih untuk dapat membersihkan kelas sendiri, melap meja, menyapu dan mengepel kelas sendiri. Jadi kami tidak bisa melihat ada ruangan kotor.

πŸ§•: Oh gitu ya. Itu dilatih semenjak SD?

πŸ‘©πŸ»: Iya. Ngomong-ngomong, aku jadi ingat ketika masih bekerja sebagai awak kabin di sebuah maskapai penerbangan. Setiap tamu yang berkewarganegaraan Jepang, SELALU meninggalkan pesawat dalam keadaan bersih. Mereka melipat selimut yang sudah dipakai dan menata kembali rapi seperti semula.

Setiap tamu yang berkewarganegaraan Jepang, SELALU meninggalkan pesawat dalam keadaan bersih. Mereka melipat selimut yang sudah dipakai dan menata kembali rapi seperti semula.

Meal set setelah mereka usai makanpun, ditata rapi seperti kondisi awal ketika kami memberikannya pada mereka. Makanan dan sampah pun tidak ada yang tercecer baik di kursi maupun di lantai.

Sangat sangat berbeda dengan tamu yg berkewarganegaraan lain terutama yang berasal dari negara negara TIIIITTTT (sensor 😝), kursi mereka berantakan dan sangat kotorπŸ’¦πŸ’¦

(Katanya bercerita dengan nada bercerita agak sedih 😒 )

πŸ§•: Wah, se-rapi itu ya. Pasti sebagai awak kabin ketika itu, kamu sangat terbantu dengan kondisi yang bersih dan tak perlu banyak tenaga untuk merapikan kembali, ya!

πŸ‘©πŸ»: Ya, benar! Itu maksudku! Mereka yang meninggalkan tempat sesuai dengan kondisi awal saat mereka datang itu, sangat sangat membantu meringankan tugas kami.

Mereka yang meninggalkan tempat sesuai dengan kondisi awal saat mereka datang itu, sangat sangat membantu meringankan tugas kami.

πŸ§•: Wah, bagus sekali budaya kebersihan Jepang, ya!

πŸ‘©πŸ»: Ya, setahu ku baru budaya Jepang yang mengajarkan seperti itu. Karena mertuaku orang dari negara TIIITTT (sensor lagi 😝) juga tidak seperti itu.

Ketika di restoran, beliau tidak mau membersihkan piring dan gelas yg dipakai. Katanya, pasti ada orang yang bekerja untuk membereskan ini…

(langsung kusela)
πŸ§•: Waaa, itu mirip kayak kebiasaan di negaraku πŸ˜‚ πŸ˜‚
(maapin ya manteman, ku harus jujurπŸ˜‚)

πŸ‘©πŸ»: Oh begitu? Memangnya tidak ada tempat/station untuk mengumpulkan piring dan alat makan seusai digunakan kah?

πŸ§•: Hmm, beberapa mungkin sudah ada tapi masih jarang, dan mungkin pola pikirnya sama seperti negara mertua kamu dan negara lainnya ya.

πŸ‘©πŸ»: Trus, kalau di rumah bagaimana setelah makan?

πŸ§•: Hmm, ya diberesin sih, tapi kebanyakan di negara ku ada helper/asisten RT yang membantu membersihkan keperluan rumah.

πŸ‘©πŸ»: Wah, berarti menyewa tenaga helper agency setiap hari ya??

πŸ§•:Eh, jangan bayangin agency helper ya πŸ˜‚ itu terlalu mahal πŸ˜‚ πŸ˜‚ Di Jepang, jarang ada helper ya?

πŸ‘©πŸ»: Hmm.. di Jepang jarang banget rumah yang punya helper, jarang sekali. Kecuali dia kaya raya tajir melintir melip melipppp gitu mungkin, ya πŸ˜‚

Dan orang Jepang nggak suka orang luar/strange people masuk dan membersihkan keperluan rumah kita, karena itu ranah privasi setiap keluarga, jadi selain karena mahal banget, karena alasan privasi itu sebisa mungkin ga perlu helper.

πŸ§•: Oh begitu ya. Keren masyaa Allah ya!

✨✨✨✨✨

Banyak budaya Jepang yang ingin sekali saya serap dan pelajari langsung dari penduduk aslinya. Makanya, meskipun bahasa Jepang saya masih di taraf tiarap πŸ˜‚, Bismillah nekat ajalah ngobrol ama masyarakat lokal. Pokoknya setiap bertemu orang Jepang, mereka adalah guru saya, saya harus belajar sesuatu dari mereka✨

Kalau pas hilang arah alias ga tau vocabulary apa yang harus dikatakan, tinggal pakai bahasa isyarat alias gesture tubuh πŸ˜‚

Nah, apakabar para teman yg sering mengira saya tinggal di sini dengan menyewa jasa helper πŸ˜…

Alhamdulillah selama ini belum pernah menyewa jasa helper πŸ˜‚ tapi langsung minta HELP pada Yang Maha Kuasa. Insya Allah apapun kebutuhan kita akan selalu dimudahkan yes πŸ‘

Jadi, bagaimana teman-teman, apakah hanya mau jadi penonton dan penyebar ke-VIRAL-an artikel tentang suporter Jepang saja? atau mau langsung take action, meniru kebiasaan baik suporter Jepang itu dan menularkannya ke sekitar kita?

Apakah kita hanya mau jadi penonton dan penyebar ke-VIRAL-an artikel tentang suporter Jepang saja?

atau mau langsung take action, meniru kebiasaan baik suporter Jepang itu dan menularkannya ke sekitar kita?

THE CHOICE IS YOURS ✨
Pilihan ada di tanganmu✨

Jepang, 25 November 2022

Terima kasih banyak sudah berkenan membaca pengalaman kami hari ini. Last but not least, semoga ada kebaikan, keberkahan dan hikmah yang dapat diambil dari pengalaman dan tulisan saya kali ini, ya!

Saran kritik bisa langsung ke surel vidyayupi@gmail.com, atau instagram @vidyagatari . Terima kasih Ζͺ(Λ†β–½Λ†)Κƒ

#vidyagatari

2 Replies to “βœ¨πŠπžπ›πžπ«π¬π’π‘πšπ§ 𝐲𝐚𝐧𝐠 πŒπ„πŒππ”πƒπ€π˜π€βœ¨”

  1. Assalamualaikum mb Vidya,senang dengar ceritanya,nambah ilmu dan membuka mata bahwa kita hrs banyak belajar dr negeri jepang. Bukan hanya teknologi yg banyak tertinggal tp budaya baik yg jg hrs ditiru ya…btw sy tau blog ini dr ibu mb Vidya,salam kenal ya mbak… td pagi ibu mb vidya mengunjungi ayah

Bagaimana tanggapanmu? Mari berbagi ^_^

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: