Tokyo Metro Museum : Berpetualang di Kereta tahun 1920-an.

Tokyo Metro Museum : Berpetualang di Kereta tahun 1920-an.

Apa yang ada di benak teman-teman jika mendengar kata Museum?        Bziiiiing~~~
 
Sunyi, senyap, serius, bisa jadi perasaan itu yang menggambarkan suasana museum di benak kita. Nah, bagaimana jika Museum Kereta? Apakah kata bising dan sumpek yang malah terbayang di benak teman-teman? Jika iya, maka silakan klik dan lanjutkan membaca artikel sederhana satu ini. 
 
Jika boleh diibaratkan, negara Jepang adalah salah satu negara dengan 1001 cara mengemas sains menjadi sesuatu yang sangat ringan dan fun! Jepang juga terkenal sebagai surga Museum, dari yang artistik, sains, historis, hingga tekhnologi terkini bisa disulap dalam wujud satu museum yang menyenangkan dan menantang. Mereka selalu punya cara untuk menarik pengunjung datang dan menikmati setiap ilmu, kreasi dan wahana yang ditawarkan. Wait, wahana? Museum ada wahana nya? Cuzz lanjutin baca sampai abis. 

Salah satu kereta di Jepang bergambar animasi terkenal Shinchan.
 
Kali ini adalah Museum yang terkenal dengan alat transportasi utama di Jepang, yaitu Kereta. Museum ini bernama Tokyo Metro Museum. Sebagai tambahan informasi, Tokyo Metro adalah nama dari salah satu perusahaan besar di Tokyo di bidang Rapid transit system. Perusahaan swasta hasil kerjasama Pemerintah Jepang dan Pemerintah kota Tokyo dalam bidang kereta api dan subway yang menjadi transportasi utama masyarakat Jepang dari tahun 1927 hingga sekarang. Di dalamnya ada sembilan jalur berbeda yang mencakup sekitar 1951 kilometers.  Setiap jalur mewakili setiap tujuan berbeda,  9 jalur itu adalah Ginza Line, Marunouchi Line, Hibiya Line, Tozai Line, Chiyoda Line, Yurakucho Line, Hanzomon Line, Namboku Line, dan Fukutoshin Line. Jadi inget MRT (mass rapid system)  yang baru-baru ini launching di tanah air ya?
 
Nah, museum ini selain canggih, juga ramah turis loh. Dilihat dari website nya, mereka menyediakan lima bahasa pengantar termasuk Bahasa Inggris. Pun di dalam museumnya juga tertulis sebagian besar keterangan dalam dwibahasa (Jepang dan Inggris), jadi para turis yang ogah-ogahan Bahasa Jepang nya macam saya, tetap bisa menikmati museum dengan puas!
 
 
Tiket masuk museum ini termasuk murah, bahkan untuk standard kita dalam rupiah. Untuk dewasa hanya dipatok 210 yen atau sekitar 27.300 rupiah aja T_T Muraaah banget kan. Sementara anak-anak, hanya membayar 100 yen atau sekitar 13.000 rupiah saja. Sepuasnya!! Mau datang dari pagi ampe tutup museumnya juga monggo, bayarnya segitu aja. Murce gilee~
 
Tapi jangan underestimate dulu, dengan harga tiket masuk segitu kita akan dapat banyak banget ilmu dan pengalaman seru!
 
Gate masuk museum.
 

Dimulai dari pembelian karcis masuk yang menyerupai mesin pembelian karcis masuk kereta sungguhan di Jepang, gate nya pun dibuat sedemikian mirip dengan aslinya. Di barisan depan sebelum gate masuk, kita akan disambut etalase yang berisi miniatur kereta Jepang, denah museum, tempat menaruh payung yang disertai dengan kunci (biar ga ketuker ama payung pengunjung lain. Jadi bukan supaya ga diambil orang ya. Hehe. Karena payung orang Jepang rata-rata sama. Itu tuh yang bening transparan ^_~), dan juga terdapat loker tempat menaruh barang-barang kita yang dirasa tak perlu dibawa selama di dalam museum.

Mesin tiket yang didesain menyerupai mesin tiket kereta aslinya.
Etalase miniatur kereta.
Denah museum.
Tempat menaruh payung lengkap dengan kuncinya.
Loker tempat menyimpan barang.
 
Masuk ke bagian utama museum, pengunjung akan disambut oleh duo manis kereta Merah dan Kuning. Seri kereta Marunouchi dan Ginza ini adalah dua kereta pertama yang merintis cikal bakal transportasi kereta di Tokyo. Umurnya paling tua diantara tujuh rekannya yang lain (dari sembilan line yang saya sebutkan di paragraf atas). Intinya, Nenek moyang-nya per-kereta api an di Jepang lah. hehe..
 
Duo manis Ginza Line dan Marunouchi Line.
Marunouchi Line 301.
 
 
 
Ginza Line 1001.
 
Tak jauh dari duo icon kereta ini, ada juga patung yang disertai dengan biografi plus speaker yang mengeluarkan suara jika ada pengunjung yang mendekat. Speaker itu kurang lebih menjelaskan siapa dan apa peran dari tokoh patung tersebut. Beliau adalah Bapak Noritsugu Hayakawa, seorang pengusaha Jepang yang terkenal karena pembangunan kereta bawah tanah pertama di Jepang yang dibuka pada tahun 1927, yang sekarang dikenal dengan Ginza line.
 
 
Yuk mari kita lihat seperti apa sih pemandangan dalam kereta Ginza line pada tahun 1927 lampau.
 
gate/gerbang masuk stasiun Tokyo masa lampau.
pintu masuk di desain menyerupai desain gate masa lampau. Sebelah kanan (kotak biru) adalah mesin  tiket masuk stasiun, yang penggunaanya dengan memasukkan uang koin ke dalamnya.
Patung dalam kereta Ginza line. Hmm, pakaian jaman dulu di Jepang udah rapi jali gini ya. hehe
Yang di luar kereta itu pengunjung asli loh ya xD. Nah, yang di dalam terlihat itu adalah patung. hehe
Patung penumpang pada jaman dahulu dengan pakaian tradisional Kimono. 
Suasana dalam kereta Ginza Line 1001pada jaman dahulu.
Suasana dalam kereta Ginza Line 1001pada jaman 1920-an.

Bapak Masinis dengan ruang kemudi jaman lampau.

 
 
 
Ruang tunggu dan papan iklan di stasiun jaman lampau.
Ruang tunggu di stasiun Ueno jaman lampau. Tertulis “UHENO”, sekarang bernama UENO.
 
Berbagai alat bantu dalam pembangunan stasiun maupun kereta jaman dahulu pun ikut serta dipamerkan di area museum. Alat bantu tersebut juga disertai video yang berada tak jauh dari benda yang dipamerkan,  dan video dapat dinyalakan secara mudah oleh pengunjung. 
 
Pemandangan stasiun Ueno pada masa lampau.
Pemutaran video mengenai stasiun dan alat transportasi kereta pada jaman dahulu.
Stamp post yang berbeda warna dan bentuk sesuai dengan line dari Tokyo Metro, yang dapat digunakan sebagai challenge pengunjung anak-anak dalam menikmati museum.
 
 
Selain itu, ditampilkan juga miniatur pembuatan sebuah stasiun dengan kereta bawah tanah, lengkap dengan miniatur kereta dan para pekerjanya. Sangat detail, rumit, rapi dan luar biasa mengagumkan! Masya Alloh.
 
Terlihat kereta pada permukaan atas tanah dan bawah tanah. Lengkap dengan tiang-tiang penyangga nya.
 
Proses pembuatan jalur kereta bawah tanah.
 
Potret jalur kereta bawah tanah di Jepang dan kondisi tanah Jepang yang bergelombang.
Ini lebih keren lagi, bisa nyala, bergerak dan membuka-tutup. Sangat detil menggambarkan bagaimana persimpangan kereta bawah tanah terjadi dan hiruk pikuk laju kereta di Tokyo setiap harinya.
Salah satu alat peraga edukasi yang menggambarkan bagaimana sinkronisasi kereta di atas dan bawah tanah, lengkap dengan lampu malam dan suara khas kereta Jepang. Shuu shuuu po pooo~~
Gambar diambil dari iklan dalam salah satu kereta Tozai Line (dokumen pribadi).
 
Pengunjung juga dapat menikmati pengalaman menjadi masinis dalam 5 menit. Dari beberapa wahana yang ada, ini adalah salah satu wahana yang mengizinkan setiap pengunjung merasakan memegang kemudi kereta bawah tanah sambil merasakan laju dan gelapnya suasana ketika melewati terowongan bawah tanah atau perasaan lega ketika sudah mulai mendekati titik stasiun terdekat. Mantap!
 
Bapake magang menjadi masinis dadakan.
 
Museum ini menggambarkan sangat detil perubahan kereta jaman 1927 hingga saat ini. Suasana tradisional dan modern berbaur menciptakan “rumah ilmu” yang ramah anak-anak hingga dewasa. Museum Tokyo Metro ini terletak tepat di bawah area stasiun Tokyo Metro Tozai Line Kasai. Info lebih lanjut bisa langsung mengunjungi website nya di sini.. Untuk mengetahui info selengkapnya tentang peta dan denah stasiun yang berada di bawah naungan  Tokyo Metro, bisa dilihat di sini sini.
 
 
 
Gimana? Seru ya! Bagian mana yang paling seru menurut kamu? Yuk komen di bawah ^_^
 
Terima kasih banyak sudah berkenan membaca artikel ini. Semoga ada manfaat dan kebaikan yang bisa didapat dari  petualangan kita di Kereta tahun 1920 pada Tokyo Metro Museum kali ini. Saran kritik bisa langsung ke surel vidyayupi@gmail.com, atau instagram @vidyagatari . Terima kasih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ
 

34 Replies to “Tokyo Metro Museum : Berpetualang di Kereta tahun 1920-an.”

  1. Keren banget museumnya yah mbak. Bener nih denger kata museum udah dipikir membosankan. Tapi kalo liat ini jadinya bikin penasaran. Coba yah museum kereta api di Indonesia juga dibuat lebih menarik jadi pasti banyak yang mampir

  2. mba mau tanya nih, fotonya sudah di resize belum ya? soalnya buka blognya lumayan sulit takutnya karena ukuran fotonya masih besar, hehe. maaf jadi OOT nih. Emang keren ya museum di jepang nih. Jadi pengen nyoba main-main ke Tokyo Metro Museum. Tapi kapan ya? wkkwkw.

  3. Muraaah banget dengan fasilitas senyaman itu…Pengen juga naik kereta Sinchan..gemesss…Btw mbak, sedikit saran, setelah pakai tanda '?' atau tanda '!' nggak perlu dikasih tanda titik lagi, langsung saja kalimat baru… semoga berkenan ya 🙂

  4. Keren maksimal mbak Vidya, bisa punya kesempatan ke museum begini. Kalo museumnya di Jepang sih pasti semangattt.. La wong museum Lokal aja aku jga tetap semangat sekalian wisata edukasi

  5. Keren maksimal mbak Vidya, bisa punya kesempatan ke museum begini. Kalo museumnya di Jepang sih pasti semangattt.. La wong museum Lokal aja aku jga tetap semangat sekalian wisata edukasi

  6. Entah kenapa sesuatu dari Jepang selalu menarik perhatian. Terlebih museumnya. Terima kasih mbak sudah di ajak jalan-jalan mengitari museum

Bagaimana tanggapanmu? Mari berbagi ^_^