Travelling hemat di Jepang berlatar taburan Sakura.

Travelling hemat di Jepang berlatar taburan Sakura.

Alhamdulillah, Musim semi telah tiba!. Dan, menikmati pemandangan sakura sambil menggelar piknik tepat di bawah pohon sakura, atau yang disebut dengan Hanami adalah kebiasaaan masyarakat Jepang dalam merayakan awal musim semi dan awal tahun ajaran baru di Jepang. 

Sebelum memasuki tahun awal akademik, rasanya kurang afdhol jika tanpa ber-Hanami bersama keluarga dan kerabat dekat. 
Puncak harga tiket untuk melancong ke Jepang, umumnya terjadi pada musim semi atau musim Sakura ini. Bagaimana tidak, Sakura adalah icon resmi negara Jepang yang telah diakui dunia. Tak heran, untuk turis-turis yang ke Jepang ada suatu larangan untuk membawa bibit bunga Sakura ke luar Jepang, karena Sakura adalah tumbuhan utama yang sangat dilindungi Pemerintah Jepang sebagai simbol utama negeri Matahari Terbit ini. 
Tahun ini keluarga kami sepakat menggelar piknik sederhana di salah satu kampus beken di pusat kota Tokyo, University of Tokyo, mungkin banyak yang mengenal kampus ini dengan nama TODAI. Alasan memilih tempat kali ini sangat sederhana, karena di kampus biasanya tidak terlalu banyak pengunjung dan kerumunan. Jadi bisa lebih puas menikmati dan menyaksikan setiap butiran sakura yang berguguran tertiup angin. Tsaahhhh~
Alasan lainnya, ya karena Gratis (mohon tidak dicontoh xD). Demi menyukseskan acara travelling hemat di Jepang kami kali ini. Hehe xD
Ketika memasuki gerbang utama Tatsuoka Gate, kami langsung disambut gerombolan bunga khas berwarna pink lembut di sebelah kiri jalan. Rupanya bunga sakura di kawasan ini sudah mulai banyak yang bermekaran. Masya Alloh, sangat cantik!.
 

Berasa jadi mahasiswa baru nih saya pas lewat jalanan penuh Sakura ini. hehe~

Meskipun bukan yang pertama kali, piknik kali ini rasanya cukup berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebelumnya saya piknik karena memenuhi undangan keluarga Indonesia di sini dan tinggal datang aja gitu, ndak pakai mempersiapkan segalanya :D. Namun kali ini, saya sehari sebelumnya udah semangat banget mempersiapkan bekal apa yang akan dibawa dan disantap saat Hanami nanti. Namanya lidah Indonesia, ga bisa jauh-jauh dari masakan khas Nusantara. Alhamdulillah travelling hemat di Jepang kali ini disponsori oleh, SIOMAY, sambel dan kerupuk!. Yay! Senang sekali. Enak banget dimakan dingin-dingin begini, walaupun tidak lama bertahan hangatnya karena tertiup angin yang dingin. Brr….
Pun si kecil, di suasana dingin begini, dia merengek minta es krim dong. Alamak!
Si kecil dan es krim!.

Hanami kali ini juga terasa lebih special karena kami kedatangan tamu agung yaitu Budhe Ratna! alias Mommy kak Farrel dan kak Alif!. Hehe~ Budhe Ratna ini adalah akademisi di salah satu Universitas terbaik Surabaya, dan di sini beliau juga menuntut  ilmu di Universitas terbaik di Jepang!! Mantap Jaya! Masya Alloh Tabarakallohu <3
Semoga kami juga bisa tertular semangat beliau dalam menuntut ilmu yak!
Bagaimana rasanya makan di bawah pohon Sakura? Sangat berbeda!!!. Entah kenapa siomay yang saya masak ini sebetulnya rasanya biasa-biasa aja, yah,,pokoknya bisa dimakan lah xD. Tapi karena dimakan di bawah pohon Sakura dan sesekali kejatuhan kelopak bunga Sakura, rasanya jadi lebih mantap gitu xD. Masya Alloh.  (Kecap nomor siji, masakan sendiri dipuji xD #malu).
 

Masya Alloh Tabarakallohu.

Ditengah-tengah obrolan kami pada Hanami kali itu, kami pun mengambil beberapa foto bersama. Siapa yang motoin? Jelas Bapake si kecil :D. 
Namun tak lama, tiba-tiba ada Tante Jepang yang cantik dan baik hati, yang tidak kami kenal sebelumnya, menawarkan jasa untuk memotret kami. Dalam hati saya kaget, baru kali ini saya menjumpai orang Jepang sebaik beliau. Lalu Budhe Ratna pun menjelaskan bahwa beliau juga sering bertemu orang Jepang yang tiba-tiba menawarkan untuk memfoto secara gratis dan tanpa pamrih. Wah,,baiknya, masya Alloh.
Setelah puas menikmati makan siang bersama, sambil sedikit menahan dingin yang lumayan menusuk sanubari xD. Kami membereskan dan memastikan tidak ada sampah yang tertinggal. Kebiasaan masyarakat Jepang ketika piknik adalah, mereka juga membawa kantong khusus sampah untuk menampung sampah, agar tempat yang dipakai tetap bersih seperti sebelum kita menggelar piknik, jadi orang lain setelah kita yang akan berpiknik pun bisa langsung menggunakan tempat tersebut tanpa kerepotan membereskan sisa makanan yang ditimbulkan oleh pengunjung sebelumnya. Nah, ini bisa dicontoh ya teman-teman. 
Karena hari masih cerah, eman rasanya kalau langsung pulang :D. Akhirnya, kami menuju ke arah Ueno Zoo!!. Mau ngapain? Mau lihat Sakura banyak banyakkkk lah. Hehe~
Kali ini personil kami bertambah dengan bergabungnya Tante Yulia yang manis dan jago beladiri, dan beliau juga sedang menuntut ilmu di Universitas Tokyo. Keren yaa, Masya Alloh.
Jadi, ceritanya, Budhe Ratna dan Tante Yulia ini yang nantinya akan menjadi Tour Guide kami plus Baby Sitting si kecil selama di Ueno. Whehehe..
 

Peacefulness in a crowded big city.

Suasana danau yang terekam kamera Budhe Ratna.
Masuk ke area Taman Ueno, kami disambut dengan danau yang sangat luas, yang dikelilingi puluhan pohon Sakura yang hampir semuanya sudah full bloom alias sudah bermekaran secara sempurna. Di area danau terdapat wisata perahu tradisional dan perahu angsa yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Udara dingin, cuaca cerah, pagar bunga Sakura dan riuh burung-burung danau yang sesekali menari berkelompok di udara seakan menambah indah dan syahdu suasana danau sore itu. Dah, cocok banget buat yang lagi ngedate syantik nih xD. 
 

sama Tante Yulia. (moon maaf gambar terhiasi goresan emas xD). 

Sama Budhe Ratna. Dah, kurang romantis apa Budhe Ratna nih. Berasa poto prewed kan yak xD
Sedikit berjalan ke utara, maka pengunjung akan menemukan area taman kecil tempat para keluarga menghabiskan waktu ber-Hanami di akhir pekan. Sebelahnya, terdapat barisan pohon sakura yang berjajar secara rapi dan cantik di kanan kiri jalan setapak. Tidak banyak turis yang tahu kawasan ini, jadi Alhamdulillah tidak terlalu ramai dan berdesakan. Tak jauh dari situ, ada kotak besar yang cantik, yang ternyata adalah tempat sampah dengan berbagai penggolongannya. Diharapkan para turis dapat tertib menjaga kebersihan taman, agar bisa dinikmati oleh pengunjung lainnya. 
Satu hal yang yang unik dari bunga Sakura adalah, mohon diingat setiap perjalanan kalian ke Jepang dan bertemu bunga Sakura, Mohon JANGAN DIPETIK !!. Sudah adat budaya Jepang untuk tidak memetik tanaman apapun (tidak hanya Sakura), kenapa? Karena ketika kita petik satu saja tangkai bunga, maka akan berkurang satu pemandangan indah dari tanaman itu. Bayangkan jika yang memetik ada 50 orang. Wah, habis dong. Pengunjung lainnya pun jadi tidak dapat menikmati keindahan dari satu tanaman yang sudah dipetik tangan-tangan tak bertanggung jawab itu. 
Dan Bunga Sakura ini, selain kelopaknya yang sangat rapuh (tertiup angin saja sudah bisa jatuh berguguran), komposisi batang dan tubuhnya juga sangat rapuh. Konon, jika satu saja ranting sakura dipatahkan, maka patahan ranting itu akan membusuk dan melukai badan pohon Sakura seutuhnya, yang menyebabkan usia kehidupan dari pohon Sakura tersebut jadi pendek. Yang seharusnya ia bisa hidup selama 40 tahun, misalnya, karena patahan yang membusuk itu, maka umurnya akan lebih pendek dari yang seharusnya. Wallohu a’lam bishawab.

Jadi, ketika kita sedang berwisata ke suatu tempat, yuk sempatkan membaca tentang budaya dan adat setempat agar kita jadi Turis Bijak yang tidak merugikan. Hehe #peace.
Inginnya foto ala-ala travellers gitu, ealah lhakok si kecil ngintip ke arah kamera >w<


Semoga tulisan sederhana ini bisa sedikit memberi gambaran jika teman-teman berencana travelling  hemat ke Jepang di musim Sakura yah. Jangan lupa untuk tetap memuji kebesaran Tuhan ketika mendapati ciptaan-Nya yang indah di sekitar kita. Masya Alloh Tabarakallohu.

On frame tangan si kecil dan Tante Yulia xD. How Sweet!!


Bagaimana tanggapanmu? Mari berbagi ^_^

%d bloggers like this: