Syukur dan Optimisme masyarakat Jepang dalam sepiring nasi.

Syukur dan Optimisme masyarakat Jepang dalam sepiring nasi.

Jika kita perhatikan film kartun di televisi, sebut saja Doraemon, atau Naruto. Sebelum makan, umumnya mereka akan mengucapkan beberapa kata yang khas, yang diterjemahkan di Bahasa Indonesia sebagai “Selamat Makan”, dan mengakhiri nya dengan “terima kasih atas makanannya”. Pernah dengar kan ya? 😉
Nah, sebenarnya terjemahan itu adalah versi singkat dan pendek dari “Itadakimasu” dan “Gochisousama deshita”. Tapi, Kira-kira apa ya arti sebenarnya?. Nah, di tulisan sederhana kali ini, saya ingin sedikit mengupasnya berdasarkan pengetahuan awam saya.

Ketika hendak menyantap makanan, kata “Itadakimasu” akan selalu terdengar diucapkan secara semangat oleh tokoh dalam suatu cerita anime/kartun. “Itadakimasu” atau yg diterjemahkan singkat sebagai “selamat makan” sebenarnya berarti “saya menerima makanan ini dengan rendah hati, dan berterima kasih kepada Tuhan, Kaisar, orang tua, kepada -tanaman, hewan/ikan, petani, peternak,koki- atas makanan yg telah siap saya santap di hadapan saya ini”. Wow, panjang uga ya artinya hhe
Dengan mengucapkan kata ini, “diharapkan” agar kita menerima makanan dengan baik, bersyukur karena ada makanan terebut hari ini, dan menghargai makanan yang terhidang hingga tetes terakhir atau bulir terakhir, sehingga TIDAK ADA makanan yang terbuang sia-sia. Karena apa? Karena untuk menghadirkan seporsi mknan tersebut, kita melibatkan Tuhan dan banyak aspek yang telah bekerja keras.
Sementara “Gochisosama deshita” yang diucapkan di akhir acara makan, adalah kata lain dari “terimakasih atas makanan lezat dan mewah ini, yg telah dibuat susah payah dan penuh cinta untuk saya”. Rasa syukur, terima kasih dan memahami bagaimana “proses” untuk menjadi sepiring nasi ini yang mmbuat kita bisa menikmati, menghargai dan tidak mudah membuang-buang makanan.

Kabarnya, masyarakat Jepang sangat “strict” mengajarkan dua ucapan ini kepada anak-anak nya. Karena makan/sarapan adalah awal dari aktivitas dalam satu hari, dan jika awal hari diisi sesuatu yang penuh syukur dan optimis, maka hari-hari akan terasa lebih mudah dan menyenangkan.
Jadi, Apakah ada penerapan rasa syukur yg lebih baik dr ini?.
deviantart dot com
sumber bacaan: iromegane.com;tofugu.com. gambar utama: japan-zone dot com


3 Replies to “Syukur dan Optimisme masyarakat Jepang dalam sepiring nasi.”

  1. Salut sih Ama kebiasaan orang2 Jepang ini. Bahkan untuk makanan aja mereka punya filosofi yg baik, selalu bersyukur, dan aku jg jaraaaang banget melihat mereka nyisain makanan. Krn rasa syukurnya td sih. Kadang kalo anak2ku udh mulai ga ngabisin makanannya, aku lgs nunjukin video anak2 Jepang yg kalo makan selalu menghabiskan semua :). Biar jd contoh

    1. wahh keren bgt kak. memang bnyak hal baik yg bs kita contoh dr kebudayaan negara lain y kak ^^ salam untuk si kecil, smg sehat2 sll ??

Bagaimana tanggapanmu? Mari berbagi ^_^

%d bloggers like this: