Spread Love, not Hate

Spread Love, not Hate

Beberapa waktu lalu, di akhir tahun 2019, publik dikejutkan dengan berita yang cukup mengagetkan. Ramai tentang mahasiswa perguruan tinggi terkemuka yang akhirnya mengakhiri hidupnya, karena DEPRESI. Well, depresi bisa terjadi pada siapa aja, kapan aja, dan bagaimanapun kondisi seseorang.

Jadi ingat, dulu sekali pernah ada kasus viral tentang seorang Ibu yang membunuh bayi nya sendiri. Belakangan diketahui, sang Ibu tak mendapat dukungan yang cukup dari orang terdekat, tak juga dari suami nya yang tiba-tiba hilang meninggalkan sang Ibu yang baru saja melahirkan bayi lucu tersebut. Belum lagi komentar kanan kiri yang pasti akan selalu ada menyertai Ibu baru sejagat raya.

Seorang teman sosmed saya (blm prnah ketemu) pun tak lepas dari barisan Ibu-Ibu yang mencemooh kaumnya sendiri. Beliau dengan entengnya memaki-maki sang Ibu tersebut dalam sebuah postingan dan mengatai bahwa Ibu tersebut ‘kurang iman, ibu gila, belum siap jadi ibu, belum siap nikah,’ endesbre endesbre.

Di bawah postingannya, beberapa followersnya pun ramai ikut berkomentar. Satu diantaranya,

eh jangan gtu. depresi tuh bisa menyerang siapa aja. kita mah ga berhak melabeli ibu itu krn kita sndri ga tau kondisi dia sebenernya”

komentar lainnya,
gw punya temen deket banget, baru kmrin bgt dia ke psikolog krn dia ngerasa ada yg ga beres ama psikis nya. dan trnyata dia kena PPD”

Si pemilik status tentu saja menolak semua komentar yang bertentangan dengannya. Tetap pada keyakinan, Si Ibu yg membunuh anaknya itu adalah bod*h! Titik!

Hmm,

Selang beberapa bulan, kelihatannya ada sedikit masalah sedang mendera kawan sosmed saya tersebut. Kawan yang beberapa waktu sbelumnya menghakimi tanpa ampun sebuah kasus yang viral.
Dibalik fotonya yang membelakangi kamera, tertulis sebaris kalimat berbunyi kurang lebih seperti ini,

“jangan pernah menghakimi orang lain, kamu gak tau seberapa berat beban yg ia alami”

Ouchhhh WELL !

Kira-kira apa pesan yang bisa diambil dari kisah di atas, teman-teman? ^^
Yuk silakan bagikan pendapat dan ceritamu di kolom bawah ini.

Terima kasih banyak sudah berkenan membaca tulisan ini. Jika ada usulan artikel, jangan sungkan komen di bawah jga ya, atau email saya di vidyayupi@gmail.com, instagram @vidyagatari .

2 Replies to “Spread Love, not Hate”

  1. sebaiknya sebelum kamu menghakimi orang, lihat dulu diri kamu apakah sudah benar benar sempurna, sampai sampai menghakimi orang seperti itu, hilangkanlah sikap hakim menghakimi karena kamu tidak tahu seberapa berat beban yang orang itu alami

Bagaimana tanggapanmu? Mari berbagi ^_^