Makan banyak, Hemat, dan HALAL di Tokyo.

Makan banyak, Hemat, dan HALAL di Tokyo.

Beberapa teman yang hendak berlibur ke Jepang, menanyakan kepada saya, kapan ya waktu yang “menguntungkan” untuk mengunjungi negeri segala inovasi ini?

 Tentu jawabannya bisa bermacam-macam, kalau penyuka tiket murah (seperti saya xD ), tentu waktu yang pas adalah musim panas di Jepang. Kenapa?. Karena musim panas di Jepang bisa mencapai 40 derajat Celcius dan panasnya bukan main. Jalan 5 menit aja uda gemrobyos. 

Jika penyuka aktivitas olahraga SKI, tentu waktu terbaik adalah musim dingin, dimana salju bisa menggunung bahkan sempat diukir menjadi bangunan Masjid di salah satu kota dengan curah salju tinggi di Jepang.
Bagaimana dengan penggemar icon nomor satu di Jepang, yaitu si cantik saya Bunga Sakura. Maret- awal April adalah waktu terbaik untuk berfoto bersama puluhan spesies sakura di taman-taman kota. 
Nah, bagaimana jika permintaannya seperti ini “aku pingin ke Jepang dengan Backpacker-an, biaya minim, ga peduli musim apa pokoknya aku bisa makan enak khas Jepang yang buanyakkkk tapi ga ngabisin uang saku, dan WAJIB toko atau restoran halal”. Lieurrr sistahhh xD
Tapi jan khawatir, tidak ada yang tidak mungkin toh? Insya Alloh. Hehe~
Kalau saya, akan merekomendasikan waktu antara bulan November untuk mengunjungi negara ini tepatnya di bagian kota Tokyo!. Ibu kota Jepang ini memang tempat hampir segala fasilitas berkumpul, semua ada, tinggal dipilih menurut keinginan dan ditengok dulu kapasitas ATM nya. xD.
Mengapa harus bulan November?. Memangnya ada apa dan musim apa?. Murah ga?.
Untuk tiket, beberapa kawan saya ada yang mendapat tiket murah loh, rajin-rajin aja cek website maskapai yang menyediakan penerbangan ke Jepang, biasanya tiba-tiba keluar promo tak terduga. Pernah ada tiket promo ke Jepang, one way, cuma 200.000. Wagelasehhh kan?! Itulah kekuatan promo xD
Pada bulan November ini, Jepang memasuki musim gugur, dan puncak dari pemandangan indah dedaunan yang berubah warna sebelum berguguran ada di bulan November-awal Desember. Dan, untuk wisatawan Muslim, nilai plus nya adalah, di bulan November ini, hampir tiap tahun, Jepang menggelar acara akbar dan keren banget yang bertajuk “HALAL EXPO JAPAN. Halal for All”. Acara ini keren banget, super duper keren malah. Jadi, semua desainer, restoran, produsen busana, produsen makanan Halal dari Jepang dan luar negeri diundang jadi satu tumplek blek di acara ini. Saya sudah pernah mengikutinya pada tahun 2016 dan 2017, sayangnya untuk tahun 2018 Panitia “meliburkan sementara” acara ini, namun insya Alloh akan berlanjut di tahun 2019 ini dan tahun-tahun selanjutnya. Aamiiin
banner acara dan model (sebelah kiri) yang tak diharapkan xD.
 
Di acara ini, selain bisa mengikuti perkembangan fashion busana Muslim dari tiap negara yang disertai dengan beberapa butik ternama yang membuka stan di pameran. 
 
fashion busana Muslim.
 
Pengunjung juga bisa mencicipi hampir semua makanan yang dipamerkan loh dan semanya GRATIS, ini nih yang uwe demen xD ketauan banget yak jiwa gratisan. Namun beberapa dari mereka ada juga yang menjual langsung produk mereka ketika pameran berlangsung, dan ada juga yang hanya menjualnya melalui website (tidak menjual melalui pameran). 
 
stan busana desainer Indonesia yang berhadapan dengan stan busana desainer dari Malaysia.
 
Jadi, sebelum ke pameran itu suami rencananya begini,
“abis dari pameran, kita ke tempat makan ini, dan ini ya”katanya sembari menyebut beberapa resto Halal yang baru buka di pusat kota Tokyo. 
Nah, setelah sesi incip-incip di pameran selesai, tiba-tiba beliau meralat ucapannya dong,
“kayaknya aku kenyang banget nih Alhamdulillah, kita langsung pulang aja yok!”. Wahaha,,,Alhamdulillah ya rezeki anak sholih sholihah xD, tapi kenapa langsung pulang, ngemol dulu kek T_T.
Gimana ga kenyang, dalam pameran ada resto ramen, resto udon, resto soba, dan resto makanan berat lainnya, yang masing-masing memberi kami “tester” berupa sepiring/secawan/semangkuk makanan yang dipromosikan. Dan penjual ramen halal di Jepang itu ga cuma satu loh, dah itung aja uda dapat makan ramen gratis berapa porsi.
Belum lagi ada penjual daging Halal yang masya Alloh baiknya, tokonya bernama Ajinatori Halal, beliau adalah perusahaan daging halal Ayam dan Sapi dan punya peternakan Halal sendiri di Jepang. Wah mantep kan. Karena biasanya kami beli daging halal tuh impor dari Brazil, Australia dan negara-negara luar Jepang.
Bapak penjual itu baik banget, ketika saya dan suami mau nambah (haha,,uda dikasih malah minta nambah). Beliau malah berujar “Ambil ambil yang banyak, sampai kenyang pun boleh. Free! Free!”.
Belum lagi stan-stan penjual makanan kue-kue yang “memaksa” kami mengambil setiap sampelnya untuk dibawa pulang.
Masya Aloh Tabarakallohu seneeeeng xD
 

Bapak penjual Ajinatori Halal yang super baik. Foto diambil dari jetro dot go dot jp.
Sup miso Halal gratis.
Pojok pameran produk Indonesia, ada bumbu Bamboe nya juga. hihi
Kakak-kakak penjual kue miauw alias kue kucing.
Produk Kewpie san, icon product yang melegenda di Jepang.
Free! Free! Idaman Hati 😀
Kosmetik Halal, Momohime.
Nail art Halal, Halal Nail Tokyo. ig: halal_nail_tokyo
Alhamdulillah Terima kasih Ya Alloh 
 Jadi ceritanya, mengunjungi pameran seharga 0 yen dan perut kenyang, Alhamduli……llah. 
Di pameran juga disediakan tempat sholat, tempat wudlu, dan stan informasi lainnya untuk info-info makanan bahkan hotel Halal yang ramah Muslim. Mantap kan!
Tempat sholat/ Mushola mini di dalam area pameran.
Sign/Arah Kiblat dalam Mushola mini.
Acara Pameran ini diselenggaran di Gedung Tokyo Metropolitan Industrial Trade Center di daerah Taito. Gedung ini bersebelahan dengan area Asakusa yang terkenal dengan kuil tua dan terkenalnya yaitu Sensoo-ji Temple. Di dalam daerah kuil ini terdapat jalan Nakamise yang panjang dan dihiasi oleh penjual souvenir di sebelah kanan-kirinya. Penjual-penjual souvenir ini bikin kamu hati-hati membawa dompet loh, karena hampir semua produknya begitu menggoda untuk dibawa pulang xD. Karena ini area kuil , jadi tidak sulit menemukan souvenir berbentuk gantungan jimat yang berbagai macam, tergantung kebutuhan masyarakat Jepang. 

Sensoo-ji Temple, Asakusa, Tokyo.

 

 

Nakamise Street. Diambil dari planz dot com.
Souvenir lucu yang dijual di Nakamise area.
Macam Souvenir yang dijual di Nakamise area.
Macam Souvenir lucu yang dijual di Nakamise area.
 
 
Dengan mengikuti alur jaan Nakamise, kamu akan bertemu dengan Kuil Sensoo-ji yang selalu ramai pengunjung apalagi ketika hari-hari perayaan tertentu di Jepang. Belok ke arah sebelah kiri, akan ada Nishisando Shotengai Arcade, yaitu tempat perbelanjaan (hah,,belanja lagi? xD ) di dalam area kuil. Nah, di sini nih, ada ramen Halal di resto Narita-ya, buat kamu yang ga kebagian tester gratis di pameran tadi. Heheh xD. 
gerbang Nishisando Shotengai Arcade
Resto Ramen Halal, Narita-Ya.
Menu yang terkenal, tentu saja Ramen dan Karaage nya. Ramen nya bervariasi, bisa disesuaikan lidah dan….kantong pastinya. Original Ramen dengan rasa shoyu standard dapat dinikmati seharga 700yen atau sekitar 91.000 rupiah dan ada juga Mutton Curry Ramen yang menjadi salah satu menu rekomendasi seharga 1,500yen atau sekitar 195.000 rupiah. Untuk minuman selain air putih bisa dipesan secara terpisah, karena umumnya air putih, the hijau, the gandum adalah gratis dan bisa di-isi ulang sepuasnya, tergantung restorannya menyediakan minuman utama yang mana. 
Di ramen Narita-ya ini, minuman yang bisa di refill gratis di gelas kamu adalah air putih dingin saja. Eits,,ini untuk refill gelas kamu aja ya, bukan refill wadah minum/tumbler kamu, jangan kebalik xD.
 

Ramen dan Karaage kami. Maafkan proporsi foto kurang bagus karena saya ga sabar mau nyeruput kuahnya. xD
Menu di Narita-ya Halal Ramen.
Di Nishisando Shotengai Arcade juda ada Penjual Melonpan, roti berbentuk seperti buah melon yang besar dan terkenal di Jepang.
 
Baca Juga:
Di area kuil Asakusa ini juga banyak persewaaan Yukata/Kimono musim panas yang bisa disewa dan dipakai berjalan-jalan di area kuil. Jadi jangan terkecoh ya, tidak semua yang memakai baju tradisional ini adalah orang Jepang asli yang akan berdo’a ke kuil. Karena bisa saja mereka adalah turis yang ber-Cosplay sambil berjalan-jalan merasakan nuansa Jepang dalam busana tradisional setempat, kalau beruntung kamu bisa ketemu beberapa artis yang juga vlogger/youtuber loh.
 
Pengunjung wanita berbusana tradisional Jepang, Yukata.
 
Nah, bagaimana, hemat kan perjalanan kita kali ini. Hehe.. 
Terima kasih banyak sudah berkenan membaca tulisan ini.
Semoga tulisan sederhana ini bisa sedikit membantu bagi yang akan melakukan perjalanan wisata ke Jepang, khususnya Para Pencari Makanan Halal hehe,, dan semoga dari membaca tulisan ini, bisa membayangkan seperti sedang melakukan liburan ke Jepang juga yah.Yah, tidak ada yang tahu kehendak Alloh kan, siapa tahu tahun depan kamu ke sini!. Aamiinn.

One Reply to “Makan banyak, Hemat, dan HALAL di Tokyo.”

Bagaimana tanggapanmu? Mari berbagi ^_^

%d bloggers like this: