Pengalaman PAP SMEAR test di Jepang

Pengalaman PAP SMEAR test di Jepang

Setelah beberapa lama tinggal sebagai penduduk di negara Matahari Terbit ini, ternyata banyak sekali tes kesehatan GRATIS yang diberlakukan untuk semua masyarakat, termasuk orang asing seperti saya. beberapa tes kesehatan yang umumnya diwajibkan untuk perempuan di atas usia 30 tahun seperti saya ini (uhuk, meskipun masih sering ngaku usia 17 tahun) antara lain tes kesehatan payudara dan tes PAP SMEAR. Kali ini, saya akan menceritakan tentang pemeriksaan PAP SMEAR yang baru saja saya jalani.

Seperti apakah tesnya? Apa saja yang diperlukan? Dokternya perempuan juga kah? Berapa lama tesnya?

Di Jepang, PAP SMEAR test adalah salah satu test yang sepatutnya dilakukan setiap tahun oleh wanita di atas 30 tahun atau wanita yang sudah menikah. Untuk mendapatkan pemeriksaan ini, kami mendapatkan surat undangan dari pemerintah setempat yang berisi deretan daftar klinik gynecology/kandungan terdekat, kupon untuk pemeriksaan untuk usia di atas 50 tahun, dan surat pemeriksaan PAP SMEAR. Surat undangan itu memudahkan calon pasien untuk menentukan tanggal dan appointmen/ janji bertemu pada beberapa klinik gynecology setempat yang ada dalam daftar. Untuk memudahkan akses, lokasi klinik-klinik tersebut berada di sekitaran tempat tinggal calon pasien.

Setelah menerima undangan, menentukan klinik dan menelpon untuk reservasi hari dan tanggal, calon pasien dapat langsung datang ke klinik yang dituju. Perlu diingat, saat menghadiri pemeriksaan ini, calon pasien tidak diizinkan membawa anak kecil ke dalam klinik ya! Jadi pastikan untuk booking jadwal Ayah tersayang untuk jagain si kecil beberapa saat 😀

Belakangan saya tahu dari suami saya tentang alasan Klinik tersebut tidak mengizinkan pasien membawa anak kecil. Ada yang tahu kenapa?

Sebenarnya klinik tersebut memiliki jam-jam khusus yang mengizinkan pasien untuk membawa anak masuk ke dalam area klinik, karena pasti dalam beberapa kondisi akan ada Ibu yang harus tetap mengajak anaknya kemanapun beliau pergi. Tapiiii, ada waktunya. Tidak setiap saat. Pun, pada jam-jam lain diberlakukan juga kondisi dimana benar-benar tidak boleh ada anak kecil dalam klinik.

Kenapa ya kira-kira?

Jadi, ternyata klinik tersebut juga melayani program kehamilan, so mungkin akan sedikit sensitif jika pasien lain yang belum “kagungan putera” atau belum memiliki anak melihat anak kecil di sana. Jadi, untuk menjaga perasaan dan kenyamanan semua pasien, diharapkan untuk tidak membawa anak kecil ketika datang ke klinik tersebut. WOW! SEBEGITUNYA ya memikirkan perasaan pasien :”) Masyaa Allah.

Saya termasuk pasien yang reservasi dadakan. Tepat setelah suami bilang, “Siang ini tes bisa?”, cuzz langsung persiapan berangkat. Sesampainya di sana, saya begitu takjub dengan suasana klinik. Benar-benar estetik dan memanjakan mata, wangi pula! hhe ~

Kiri bawah: hiasan bunga besar menyambut kedatangan pasien di area lobby klinik. Kanan bawah dan atas: suasana toilet dalam klinik.

Setelah tiba, saya langsung bilang ke resepsionis “子宮頸がん健診” (Shikyuukeigan kenshin) atau Cervical Cancer Screening. Setelah menunjukkan surat undangan untuk periksa (yang dikirim pemerintah setempat) dan kartu asuransi, saya diminta membaca persetujuan pelaksanaan pemeriksaan, yang kurang lebih isinya sebagai berikut:

Tindakan pencegahan untuk skrining kanker kepala rahim.

  • Pemeriksaan ini bertujuan untuk deteksi dini kanker kepala rahim. Adapun metode pemeriksaan akan dilakukan dengan wawancara, inspeksi, cytologi pada uterine uterus, dan pemeriksaan culposcope apabila diperlukan.
  • Pemeriksaan internal dan ultrasonografi tidak termasuk dalam skrining kanker rahim. Oleh karena itu, tidak memungkinkan untuk mendiagnosis penyakit seperti rahim dan ovarium selain kanker kepala rahim.
  • Cytology badan uteri hanya dapat dilakukan apabila Dokter menganggap perlu bagi mereka yang mengalami pendarahan abnormal. Jika memerlukan pemeriksaan atau perawatan selain yang ditentukan atas kebijaksanaan Dokter, maka akan dikenakan biaya medis terpisah.

Setelah OKE dengan persyaratan di atas, saya diminta untuk mengisi formulir data diri pasien. isinya kurang lebih nama lengkap, data lahir, alamat dan kontak. Lalu beberapa pertanyaan seperti:

  • Pernahkah melakukan tes PAP SMEAR sebelumnya?
  • Sudah pernah melahirkan?
  • Melahirkan berapa kali?
  • Kapan terakhir kali melahirkan?
  • Kapan pertama kali mendapatkan menstruasi pertama?
  • Kapan menstruasi terakhir?
  • Apakah ada keluarga yang pernah mengalami kanker rahim sebelumnya?
  • Apakah pernah mengalami nyeri ketika masa menstruasi?
  • Apakah ada keluhan lain yang ingin disampaikan kepada Dokter?

Apakah formulir dalam bahasa Jepang semua? Iyes! Apakah saya bisa baca semua kanji yang terpampang nyata di kertas formulir itu? Tentu saja tidak 😀 Alhamdulillah ada resepsionis yang dapat berbicara bahasa Inggris, jadi alhamdulillah saya sangat terbantu! tasukarimashitaaaaaaa~~~~

Setelah selesai dengan urusan administrasi, saya pun mendapatkan nomor antrian dan menunggu beberapa menit sebelum dipanggil ke ruang dokter dan kemudian menjalani pemeriksaan PAP SMEAR.

Sebelum dan sesudah pemeriksaan, saya masuk ke ruang Dokter dan beliau menanyakan beberapa hal terkait yang saya isikan pada formulir yang saya isi tadi di meja resepsionis juga tentang ketentuan hasil pemeriksaan hari ini.

Oia, Alhamdulillah Dokter yang menangani saya adalah perempuan. Beliau ramah, murah senyum dan baik. Suster dan resepsionispun semua ramah dan baik. Di Jepang memang alhamdulillah tidak dibeda-bedakan antar pasien, semua dilayani dengan sama ramahnya. Tak heran jika omotenashi/hospitality/pelayanan di negara Jepang menjadi salah satu pelayanan yang terbaik di dunia. Masyaa Allah tabarakallohu.

Pemeriksaan dilakukan di ruang terpisah. Ruangan itu terdiri dari deretan ruang yang ditutup curtain atau kelambu. Saya memasuki satu ruang kosong dengan diantar oleh Suster. Beliau mengarahkan untuk bersiap sebelum kita diminta untuk naik di kursi pemeriksaan yang bagian bawah kita ditutup kelambu juga. Jadi dokter tak bisa melihat wajah pasien dan sebaliknya. Di atas kita ada monitor yang bisa menampilkan pemeriksaan jika diperlukan.

Pemeriksaan berlangsung cepat kok, mungkin sekitar 5 menit saja dan tidak sakit Alhamdulillah.

Saya merekomendasikan untuk mengenakan gamis atau rok jika kamu akan menjalani pemeriksaan ini. Karena lebih mudah untuk mengganti dan mengenakan kembali setelah pemeriksaan. Intinya jangan mengenakan bawahan yang ribet ya!

Bagaimana dengan komunikasi kami? Yaa, alhamdulillah so far so good 😀 Kami menggunakan bahasa campuran bahasa Jepang basic dan bahasa Inggris 😀 Jadi sesekali kami berdua ketawa-ketawa juga karena kadang dokternya nanya pake bahasa Inggris, saya jawab pake bahasa Jepang. Sebaliknya, saya tanya pakai bahasa Jepang, beliau jawab pakai bahasa Inggris 😀 masyaa Allah

Sebenarnya saya merekam pembicaraan kami, tapi nekan tombol rekamnya telatttt, jadilah bekal nekat dan bismillah saja :3

Untuk hasil tesnya bisa diambil sekitar dua pekan lagi ke klinik. Bisa reservasi atau langsung datang saja. Bismillah, semoga hasilnya baik-baik saja dan berkah. Aamiin. Mohon do’anya ya manteman ^^

Setelah selesai, saya menghadap ke ruang resepsionis lagi sambil berkata,

“Sumimasen, Sensei no shinshatsu o oemashitaga, ima dousureba iidesuka?” (Permisi, saya sudah diperiksa Dokter, lalu apa selanjutnya yang harus saya lakukan?”

Ibu resepsionis yang hangat pun menjawab,

“Kaikei kara oyobi shimasu” (Nanti akan dipanggil ya)

Setelah nomor saya dipanggil, saya pun disuruh membayar 600 yen atau sekitar Rp.81.000,-. Pemeriksaan ini telah disubsidi Pemerintah Jepang loh! Konon biaya aslinya adalah 10,000 yen atau sekitar Rp.1.350.000,-

Sepertinya ada beberapa yang saya missed, karena saya diminta untuk mengisi data pada kartu pos. Hmm..kira-kira apakah itu :-/

Untuk teman-teman perempuan dimanapun berada, yuk kita jaga diri dan aset kita. Dan yang tinggal di Jepang, jangan lewatkan pemeriksaan PAP SMEAR ya! Biasanya terdapat info mengenai ini di setiap area kita tinggal.Saya pikir di negara lain juga pasti ada. Yuk kita cari tahu dan periksakan diri kita.

Bagaimana menurut kamu tentang PAP SMEAR test di Jepang ini? Yuk kita diskusi bareng di kolom komentar ^^

Terima kasih sudah berkenan membaca tulisan ini hingga selesai. Saran kritik bisa langsung ke surel vidyayupi@gmail.com, atau instagram @vidyagatari . 

Terima kasih  dan sampai jumpa lagi di tulisan saya selanjutnya ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ  

2 Replies to “Pengalaman PAP SMEAR test di Jepang”

  1. Ga sekalian vaksin HPV nya mba? Aku trakhir papsmear 2019 belum ngulang lagi. Tapi Alhamdulillah yg trakhir itu bersih sih. Dan karenanya lgs ambil paket suntikan vaksinnya yg sampe 3x suntik. Enaak kalo di jepang di subsidi. Kemarin itu aku bayar sendiri papsmearnya dan vaksin. Total semua 4 juta kalo ga salah inget. Vaksinnya sih yg mahal :D. Mungkin Krn 3x suntik sih yaaa.

    Tapi penting sih memang papsmear dan vaksinnya. Aku udh planning mau vaksin anakku yg cewe juga. Krn yg aku baca, vaksin HPV juga udh bisa buat anak.

    1. Kak Fanny terima kasih sdh berkenan ke sini dan meninggalkan jejak ^_^ Wah keren uda sampe vaksin ya Kak <3 Kemarin saya belum sampai vaksin, karena anjuran dokternya disuruh PAP SMEAR saja dulu sesuai surat undangan yang didapat heheu..
      Btw, Saya jadi dapat ilmu baru juga nih tentang biaya vaksin dan PAP SMEAR di tanah air, terima kasih banyak y Kak ^^ Sehat2 selalu sekeluarga Kak ^^

Bagaimana tanggapanmu? Mari berbagi ^_^

%d bloggers like this: