Potpourri

Potpourri

“Wah, ini apa mbak? lucu banget!”, celetuk saya kala bersilaturahmi ke apato (apartemen di Jepang) salah seorang rekan. Tanpa sengaja saya melihat kotak bersegel plastik yang didalamnya terdapat beberapa macam bunga dan ranting kering yang wangi. Setelah hari itu, saya pun tak berminat mencari tahu apa yang baru saja saya lihat itu.

Gambar diambil dari (klik gambar)

Beberapa tahun setelah itupun, saya resmi mengikuti kelas Gemari Pratama, kelas yang digagas oleh 5 orang founder luar biasa ini berhasil “merayu” saya untuk mengikuti kelasnya hingga tiga kali! haha saya menemukan banyak hal menarik di dalamnya. Salah satunya adalah yang saya ceritakan dalam buku antologi saya, Membangun Budaya Gemar Rapi. Ada yang sudah pernah baca? 😃

Pada kelas Gemari Pratama, yang saya rasakan nih ya, agak berbeda dengan kelas Shokyuu ketika Gemar Rapi masih bernama Komunitas Konmari Indonesia. Di kelas ini, lebih ditekankan hidup yang “berdamai” dengan alam sekitar, go green, dan mengurangi penggunaan barang berlebih terutama yang kurang baik untuk lingkungan. Kedengaran asik kan! 😂

Nah, back to kotak bunga dan ranting kering tadi yang ternyata bernama Potpourri. Potpourri berasal dari kata dalam bahasa Perancis yang diserap ke dalam bahasa Inggris dan bermakna, kumpulan dari bunga-bunga kering dan ranting aroma yang ditaruh dalam sebuah cawan untuk mengharumkan ruangan. Dalam prakteknya, Potpourri tidak hanya berfungsi mengharumkan ruangan loh, tapi kuga mempercantik tampilan ruangan rumah kamu! Ga percaya?

Diambil dari (klik gambar)
Gambar diambil dari (klik gambar)
Cantik kan. Gambar diambil dari (klik gambar)

Cantik, ‘kan? 😍 Dan yang terpenting adalah insya Alloh ramah lingkungan dan wangiiiii. Nah, karena akhir-akhir ini saya sedang suka si ratu bunga alias Bunga Mawar, tema pemilihan Potpourri kami kali ini adalah nuansa Bunga Mawar. Kami membelinya di salah satu Toko perlengkapan rumah terbesar di Jepang, yaitu NITORI.

Secawan Potpourri kami dibanderol dengan harga tak lebih dari ¥3,00 atau setara dengan kurang lebih Rp.40.000,- saja.

Pasti ada yang bertanya, bagaimana penggunaannya dan berapa lama wanginya bertahan? Untuk penggunaannya, cawan bisa dibuka ketika sedang membutuhkan wanginya dan menutupnya jika sudah puas menikmati wanginya. Lalu bagaimana jika kita menginginkan wanginya sepanjang waktu? Tak masalah! Potpourri bisa dibuka sepanjang hari. Dan jika wangi sudah mulai pudar, kita bisa menambahkan beberapa tetes minyak esensial ke atasnya. By the way, wangi dari Potpourri bisa bertahan dari satu bulan hingga satu tahun loh!

Potpourri tampak atas. Cantik dan sungguh wangi menenangkan masya Alloh 💗🌹

Oia, di internet juga banyak sekali artikel tentang membuat Potpourri sendiri di rumah, loh! Bahan-bahannya bisa juga diambil dari beberapa list berikut: Kulit jeruk, lemon 🍋 kering, daun salam, daun jeruk, kayu manis, vanilla, potongan apel kering, kelopak bunga kering, kayu cendana, potongan jahe kering, dll. Berminat bikin sendiri? 🍀

Jenis aroma diffuser lain yang juga saya suka adalah jenis aroma diffuser dengan tambahan lidi-lidi panjang yang men-diffuse minyak di dalamnya ke seluruh ruangan. Dan biasanya jenis pengharum seperti ini sangat cantik dan estetik. Hmm, wangi dan menenangkan sekali!

Aroma diffuser dengan bola-bola cantik di atas lidinya. Lovely! Gambar diambil dari
Salah satu diffuser favorit saya! Beli di Daiso! Seneng banget karena di dalamnya ada pernik-pernik kecil yang menggambarkan tema wewangiannya. Gambar di atas adalah wewangian OCEAN 🌊, jadi terdapat hiasan benda2 laut di dalamnya. Gambar diambil dari

Kemasan aroma diffuser umumnya tak banyak menggunakan plastik dan “hiasan-hiasan” yang berujung menjadi limbah. Umumnya kemasannya adalah botol kaca dan disertai lidi-lidi panjang yang cantik banget. Untuk membuangnya pun tak terlalu susah, jika di tempat saya tinggal, botol kaca atoma diffuser yang sudah kosong bisa langsung dicuci dan dibersihkan, lalu dimasukkan ke dalam sampah golongan “tak terbakar”. Untuk lidinya? Tentu saja masuk sampah “mudah terbakar”.

Di Indonesia, tentu sekarang pun lebih mudah karena sudah banyak Bank Sampah 🏦 yang membantu kita untuk memilih dan memilah sampah dengan bijak. 🥳

Nah, bagaimana menurut kamu ulasan kali ini? Apa yang pernah kamu gunakan untuk pengharum ruangan kamu di rumah? Yuk berbagi di kolom komentar🤩

6 Replies to “Potpourri”

  1. Aku pertama kali liat potpourri pas nginep di hotel di Bangkok, dan lgs suka juga Krn wangiiii seluruh kamar :). Sempet tuh pengen beli, eh ketemuu di chatuchak toko yg khusus menjual potpourri ini. Jenis dan aromanya macem2 sampe bingung mau milih.

    Enaak sih, kalo pewangi ruangan dari bahan2 alami gini. Sebelumnya kan aku LBH suka nyempetin pake pewangi ruangan biasa, tp lama2 stop karena pusing juga hirup aromanya yg terlalu tajam :(. Blm kepikir untuk bikin sendiri, tp jadi tertarik setelah baca ini mba.

    1. wah senengnyaa 😻 di Chatuchak bnyak varian jg y kak😻
      mmg kadang2 pewangi ruangan kimia agak bikin pusing kl dipake dlm jangka panjang T_T

      selamat berkeksperimen kak! terima kasih bnyk 😻🌹✨

    1. Mbak Miyoshi maturnuwun sangettt 🙏🏼😻iy mb, ada namun skg sdh bubar dan berganti namanya jd Gemar Rapi hehe 😉 💕

Bagaimana tanggapanmu? Mari berbagi ^_^