Rikugien Tokyo, Taman Indah Warisan Sejarah sejak 1702

Rikugien Tokyo, Taman Indah Warisan Sejarah sejak 1702

Assalamu’alaikum, Konnichiwa! Apa kabar teman-teman? Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa tiada kurang suatu apapun. Supaya liburan kali ini lebih menyenangkan, kita jalan-jalan lagi yuk! Kali ini saya akan mengajak jalan-jalan ke Rikugien Tokyo, salah satu dari 9 taman terbesar dan tercantik di Ibukota Jepang. Menurut sejarahnya, taman ini terinspirasi dari keindahan dari Sastra Jepang Kuno yaitu Syair Waka pada Periode Genroku, sedangkan taman ini diresmikan pada tahun 1702 oleh orang kepercayaan Tuan Tokugawa Tsunayoshi yang bernama Tuan Yanagisawa Yoshiasu. Tuan Tokugawa Tsunayoshi adalah shogun kelima dari Dinasti Tokugawa di zaman Edo.

Nah, karena menyukai puisi Jepang yang indah, akhirnya Tuan Yanagisawa Yoshiasu ini mencoba mengabadikan kurang lebih 88 keindahan alam dari syair puisi favoritnya ke dalam landscape taman yang indah dan didesainnya sendiri. 

Pembangunan taman besar yang menghabiskan waktu sekitar 7 tahun ini menghasilkan taman indah warisan sejarah yang terdiri dari bukit buatan, danau dan sungai yang sangat menyegarkan mata. 

Baca juga artikel jalan-jalan di Jepang lainnya:
Menjelajah dunia dalam sehari di museum Tobu World Square, Jepang. 
Berburu Soba Halal di Rumah Gundam, Odaiba, Tokyo. 

 

Taman ini diberi nama “Rikugien Garden”, yang singkatnya bisa berarti “Taman Enam Puisi”. Rikugien sendiri adalah nama dari sebuah sistem pembagian puisi yang berasal dari China. Taman Rikugien Tokyo adalah potret dari taman indah warisan sejarah yang sangat populer dikunjungi masyarakat Jepang pada zaman Edo, yaitu pada tahun 1702. Pada zaman Meiji, taman ini juga pernah menjadi tempat kediaman kedua dari pemilik perusahaan Mitsubishi yang terkenal itu loh! 

Gerbang utama Taman Rikugien Tokyo.

Taman Rikugien terletak di pusat kota Tokyo, yaitu di daerah Bunkyo-ku, tak jauh dari Universitas nomor satu di Jepang yaitu, University of Tokyo yang lebih dikenal dengan nama Tokyo Daigaku atau disingkat TODAI. Ada yang tidak asing dengan nama ini? (‘▿^)

Loket penjualan tiket masuk.

 

Diresmikan untuk umum pada tanggal 16 Oktober 1938, taman ini memiliki ketentuan sebagai berikut:

Jam Buka : Pukul 9.00 – 17.00. (Pembelian tiket terakhir pada jam 16.30)
Libur : 29 Desember-1 Januari setiap tahunnya.
Tiket masuk : ¥300 (sekitar Rp.42.000,-)  untuk umum. Usia 65 tahun ke atas ¥150 (Rp.21.000,-).
GRATIS untuk usia anak TK ke bawah, dan GRATIS untuk anak SMP dan SMA yang bersekolah di Tokyo.

Mantaap yaa! Banyak gratisannya 😀

Gerbang masuk Taman Rikugien setelah melewati Loket.

 

 

Taman yang terinspirasi dari indahnya Sastra Jepang Kuno ini beralamat di:

6-16-3 Hon-komagome, Bunkyo-ku, Tokyo 113-0021
Rikugien Gardens Office. Tel: 03-3941-2222

Akses untuk menuju ke sini juga cukup mudah,

Gambar diambil dari sini.

Taman warisan sejarah sejak zaman Edo ini paling direkomendasikan untuk dikunjungi ketika musim semi dan musim gugur. Saya termasuk pengunjung yang menikmati suasana taman ini ketika musim gugur. Masih ingat betul, saat itu saya diajak oleh Ummu Ayyashi, pemilik Youtube Channel Ayyashi Kitchen mengunjungi taman ini. Meskipun saat itu saya baru saja menginjakkan kaki di negara ini, saya langsung jatuh cinta dengan taman ini. Ummu Ayyashi, arigatou!!(´⌣`ʃƪ)♡

Pohon Sakura ketika musim gugur.
Pohon Sakura ketika musim Semi dengan efek iluminasi. Masya Alloh. Foto diambil dari sini.

 

Meskipun saya penikmat bunga Sakura pada musim semi, namun saya akan sangat menyarankan untuk teman-teman yang hendak berwisata ke Jepang, agar mengunjungi taman warisan bersejarah ini pada saat musim gugur saja! Karena, selain bisa melihat indahnya warna-warni daun momiji yang berubah warna, pada malam hari juga ada pameran iluminasi diantara pohon dan dedaunan musim gugur yang sangat cantik, menyihir dan terlihat misterius! Aww!(ʃƪ♥ﻬ♥)

Pada bagian dalam taman ini juga terdapat beberapa bangunan yang menawarkan pengalaman Upacara Minum Teh khas Jepang bagi para pengunjung yang datang. Untuk mengikutinya, butuh merogoh kocek agak dalam yaitu ¥7,400 atau sekitar Rp. 1.036.000,- 😀

Taman seluas 87,809.41m2 ini juga memiliki spot sakura besar di area masuk, untuk menyambut setiap pengunjung yang datang. Pohon-pohon besar menjulang dan kecil pun ditata secara apik dan rapi mengelilingi jalan setapak yang seakan mengantar pengunjung mengitari taman. Terdapat beberapa kolam dan danau yang amat besar di tempat yang dihiasi berbagai relief-relief kecil khas Jepang dan tempat duduk bagi pengunjung yang sengaja menghabiskan waktu menikmati indahnya pantulan bayang-bayang pepohonan dan dedaunan di atas permukaan air danau. Sesekali saya pun melihat pengunjung yang membuka alas piknik dan bekal makan siangnya, duduk di atas dedaunan yang gugur sembari berjemur di bawah sinar matahari yang hangat pada suhu 10 derajat celsius ini. (。♥‿♥。)

Taman Rikugien Tokyo pada siang hari di musim gugur.
Taman Rikugien Tokyo pada MALAM hari di musim gugur. Foto diambil dari sini.

Masya Alloh Tabarakallohu. Benar-benar indah ya (。♥‿♥。)

Selain itu, terdapat juga beberapa pohon pinus yang diberi hiasan menjulang yang dinamakan Yuki-zuri. Fungsi utama dari Yuki-zuri ini sebenarnya untuk melindungi pohon pinus dari salju, agar ranting-rantingnya tak membeku dan patah. Namun seiring waktu, karena bentuknya yang estetik, Yuki-zuri juga dipasang sebagai penambah keindahan pada pohon pinus, sekalipun itu pada daerah yang curah saljunya tidak terlalu tinggi. 

Di taman indah yang sudah berdiri sejak tahun 1702 ini juga terdapat sungai-sungai yang memanjakan indera mata dan pendengaran pengunjung. Sungai-sungai buatan dengan air jernih itupun dihiasi oleh gerombolan ikan yang besar lagi lahap memakan setiap pakan yang dihamburkan ke arahnya. Gemericik air terjun kecil buatan, cuitan burung yang menghambur diantara pepohonan, serta udara yang amat segar dikelilingi pemandangan daun berwarna-warni ini sangat cocok menjadi tempat para keluarga untuk rekreasi, melepas lelah, sekaligus bertafakur kepada alam. Indahnya pemandangan seperti ini selalu mengingatkan betapa kecilnya diri kita, ada Dzat Yang Maha Besar dan Maha Mengendalikan semua ini. ❤(◕‿◕)❤

Dalam Al Quran Surat Ali Imran ayat 191 Alloh SWT berfirman,

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”

Taman-taman besar di Jepang memang selalu terjaga keasrian dan kebersihannya. Taman-taman ini seakan menjadi “obat lelah” sekaligus a short vacation dari hiruk pikuk kota metropolitan Tokyo yang selalu padat, keras, serba cepat dan stressful. Setiap harinya selalu ada saja pengunjung yang datang. Entah hanya untuk berfoto, jalan-jalan, jogging, menggelar makan siang bersama, janjian, pacaran(#uhuk), bahkan melukis ataupun mencari inspirasi.

Dan, perlu diingat, pada musim apapun dan di taman apapaun di Jepang, pengunjung sama sekali tidak diperkenankan memetik ataupun mematahkan daun, bunga, ranting yang ada di setiap daerah di Jepang ya! Pengunjung juga diharapkan mematuhi peraturan yang ada, dan tidak merusak fasilitas yang telah disediakan untuk kenyamanan bersama.

Sebelum ke Jepang, ada baiknya kamu baca ini juga ya ^^:
Etika berwisata ke Jepang (Tips Turis Milenial) 
Bahasa Jepang dasar ketika berwisata ke Negeri Sakura.
Mengapa orang Jepang sering meminta maaf ?

 

Nah, seandainya suatu hari kamu yang ke sini, kira-kira mau ngapain? \( ˆ▽ˆ )/

Terima kasih banyak sudah berkenan membaca artikel ini. Semoga ada manfaat dan kebaikan yang bisa didapat dari jalan-jalan kita ke Taman Rikugien Tokyo kali ini. Saran kritik bisa langsung ke surel vidyayupi@gmail.com, atau instagram @vidyagatari . Jangan lupa klik juga video di bawah ya, supaya suasana jalan-jalannya makin terasa. Terima kasih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ

Sumber:
Foto Pribadi
Tokyo Metropolitan Park Association
Japan Guide
Rikugien Garden – The Highlights Of Tokyo’s Most Celebrated Garden

 

72 Replies to “Rikugien Tokyo, Taman Indah Warisan Sejarah sejak 1702”

    1. terima kasih sdh brkenan mmberi komentar, kak Alia Arifin 😍🙏🏼 Aamiiin kak smg diijabah Alloh y kak🌹🌟

      1. Saya juga pengen banget bisa berkunjung ke Jepang, apalagi di sana terkenal kebersihannya juga. Kayaknya bakalan nyaman banget . Mengunjungi taman yang indah sambil belajar sejarah, siapa bisa nolak ya, Mbak 😀 Membaca postingan ini serasa jalan-jalan virtual ke Jepang di masa pandemi. Masya Allah, gimana rasanya bisa melihat secara langsung 🙂

    1. Halo, lain kali tlg tidak memakai anonim ya. kelebihannya insya Alloh sdh saya tulis sebagian besar di artikel di atas. kekurangannya hmpir tak bs sy temukan 🤔
      terima kasih sdh berkenan membaca tulisan kami ^^

  1. Waalaikumsalam, salam kenal Mbak Vidy. Senang sekali membaca artikel”nya mbak disini, dan khususnya disini saya berasa sedang jalan” virtual hehe.
    Jepang memang terkenal memiliki taman” yg indah dan bersejarah, mudah”an suatu saat saya bisa berkunjung ke sana ya, termasuk ke Rikugien ini dan bisa berfoto” dan menikmati keindahan tamannya, atau bisa juga yaa saya berolahraga disana karena saya melihat banyak sekali pohon”, pas sekali untuk bisa menghirup banyak oksigen hehe..

    1. Salam kenal kak Destiany 🌹Wah terima kasih bnyak sdh berkenan berkunjung kemari kak ^^
      Alhamdulillah alhamdulillah senang sy bacanya, smg ada mnfaat dr tulisan2 di sini. 🌟

      Aamiiin kak, semoga diijabah Alloh di waktu yg terbaik y kak, dan bs jogging santai di Rikugien😍🌹

  2. Wow mayan juga ya mbak. Kl mau ikut upacara minum teh khas jepang kudu bayar 1 juta lebih. Wkwkwk
    Btw syahdu bgt bunga sakuranya mbak. Nggak kebayang kl melihat secara langsung ya

    1. hehe iy kka, tp tiket masuk tamannya tergolong murah krn hnya sekitar 40ribuan saja kak. hihi.. Masya Alloh terima kasih bnyk kak 🌹🌟

  3. MasyaAllah, pasti keren banget ya mbak taman ini. Tenang dan bersih. Budaya orang Jepang yang menghargai ketertiban dan kedisplinan pasti tersirat dalam taman ini, terbukti adanya aturan tidak boleh memetik dahan. Semoga suatu saat ada rezeki untuk mengunjunginya. aamiin yaa rabb.

  4. MasyaAllah … Indah bangeeet. Aduh, semakin kepengen deh jalan-jalan ke Jepang. Nggak heran ya, banyak orang yang suka kemari. Temanku bahkan ada yang dalam setahun empat kali ke Jepang khusus buat jalan-jalan.

    Mengenai tradisi minum teh khas Jepang, aku pernah ikutan tapi yang di Indonesia. Penyajinya temanku yang dulu kuliah di sana dan dia ikutan kelas menyajikan teh. Nggak heran ya buat bergabung tiketnya mahal karena biaya pelatihannya pun sampai puluhan juta. Itu sudah didiskon karena dia mahasiswi.

    Semoga nanti keturutan ke Jepang. Kalau iya, mau ngapain di Rikugien? Ya foto-foto sih pastinya, hahaha …

  5. Aku bacanya pelan-pelan, biar greget!
    Laaaf banget cara menuliskannya.
    Serasa ikut jalan-jalan di samping mba ne 🙂

    Ntar kalau ke Tokyo, bisa jadi tour guide, mba Vidya

    Oh iya, aku juga ingin ke Jepang saat musim gugur.
    Insya Allah, semoga diijabah.
    Aamiin

  6. Seneeeeeng…lihat taman dan tempat wisata di Jepang bersiiiih. Eh semua sudut Jepang emang bersih ya? Huhu…semoga Indonesia bisa bersih gitu juga biar keindahannya makin nyata 🙂

  7. Rikugien Tokyo memang indah banget tamannya. Foto-foto saat musim gugur yang cantik. Masyaallah. Selalu suka sama Sakura kalau saya ingat Jepang. Salah satu destinasi impian saya sejak dulu. Moga nanti punya kesempatan mengunjungi Jepang bareng keluarga tercinta.

  8. Detail postingannya, bacanya jadi serasa ikut berjalan mengelilingi Taman Rikugien, hehehe. Masukkan ke list destinasi ah, siapa tahu bisa ke Tokyo, sekalian berkunjung ke Todai, yang sering ada di dorama Jepang 🙂

    1. Thankiss mbak sudah berbagi tulisan dan gambar yang menarik ini😍, tulisan mbak ini mengompori saya agar giat menabung ni agar bisa suatu saat berkunjung kesana♥️

  9. Dari dulu Jepang udah jd destinasi wisata saya. Walau suami gk mau karena katanya sulit dapat masjid dan makanan halal di sana. 🤭
    Semoga suatu hari punya rezeki berlimpah bisa jalan2 ke Jepang.

  10. MAsyaAllah, cakep banget ya mbak. dan masih sangat terawat. kalau misal berkesempatan di sana sama kayak mbak, foto-foto dan videoin suasana di sana buat kenang-kenangan soalnya memang cakep banget,

  11. Seandainya bisa kesitu ya mau lihat pohon sakuranya, mbak, saat musim gugur ya mbak seperti rekomendasinya. Pasti indah banget. Tapi di masa pandemi begini, lebih sepikah tamannya?

    1. iya kak, kedua musim tsb sama2 indah kak, tp sy br pernah lihat lgsg pada musim gugur, jadi sy rekomendasikan pd musim itu. hehe~ Saat pandemi sperti saat ini, sy krg tau apakah masih dibuka untuk umum atau hrs tutup smntara kak (◕‿◕✿)

  12. Subhanallah, beautiful place. Pingin berkunjung, tapi apakah daya. Bunga sakuranya bikin gemas, pingin banget swafoto bersamanya. Kayaknya asri banget ya Mbak, lihat foto fotonya jadi ngeces pingin ke sana.

  13. Mbak Vidya sejak kapan tinggal di Jepang? Tinggal di negeri Sakura pasti punya banyak cerita. Saya juga suka jalan-jalan ke taman kota. Rikugien ini pasti banyak dikunjungi juga, ya. Pemandangannya Indah. Cocok buat family time

  14. Saya sangat suka sekali dengan Jepang. Baru tahu lebih cantik pemandangan musim gugur daripada musim semi. Semoga saya bisa berkunjung ke Jepang, aamiin

  15. Jepang itu negerinya benar-benar cantik ya. Bahagia banget bisa berkunjung di negeri sakura ini.
    Penduduknya juga disiplin jadi semua tempat wisata terawat dengan baik.

  16. Masya Allah bagusnya…Sepertinya aku kalau ke Rikugien Tokyo mau mengagumi tamannya saja. Mau musim apa saja indah sepertinya.
    Dan baru tahu ternyata berbayar ya…Aku pernah ke beberapa taman di beberapa negara, ga berbayar.
    Tapi kalau berbayar begini bagus juga..pengunjung jadi lebih bertanggung jawab pasti

  17. Membaca tulisan mba, serasa aku sudah ada di Jepang.
    Senang sekali ya, bisa melihat taman indah di sana.

    Btw mahal sekali ya, biaya untuk dapat pengalaman upacara minum teh.

  18. Masha Allah cantik banget disana yaa. Baca dan liat2 fotonya auto bikin ngiler. Apalagi disana seperti’y wisata outdoor atau taman2’y itu terawat dan bersih2 sekali yaa.. Kangen jalan2 deh

    1. Wah artikel yang sangat informatif mbak, saya jadi penasaran ingin berkunjung ke Jepang juga. Lihat gambar-gambar yang sajikan, pemandangannya benar-benar memanjakan mata. Sepertinya seharian keliling tidak cukup untuk menikmati keindahan tempat wisata sejarah ini. Kalau pandemi sudah berlalu, tempat ini bisa jadi referensi untuk mengisi liburan kita..

  19. Cantik-cantiknya pemandangannya mbaaa… Jadi kepengen main ke sana. Semoga ada rejeki, aamiin. Jadi penasaran dengan mesin gugur dan musim semu di negara lain. Harga karcis masuknya juga ga terlalu mahal ya. Apalagi untuk lansia juga ada potongan harga. Ramah untuk lansia dan anak-anak objek wisata ini.

  20. Dapat referensi taman kalau sedang bepergian ke Tokyo, nie.
    Semoga bisa silaturahim darat ya, Mbak Vidya.

    Bagaimana kondisi Tokyo pekan ini, Mbak?

  21. kalau lihat orang-orang bahas jepang tuh selalu sukaaa, karena jepang tuh asri bangeet ya banyak taman dan udaranya juga seger banget. jadi mau ke rikugien ini juga. legenda banet udah dari tahun 1702 ya, masyaallah.

  22. Indah banget Rikugien Garden ini yah mba, saya pun sampe tersepona *eh terpesona 😅 pemandangan yang begini ini yang bikin saya terobsesi kesana waktu kecil (sayang belom kesampean 😂)

    Bahkan ngeliat gerbang utamanya kok ngeresep banget yah, berasa adem ngeliatnya

  23. MasyaAllah bagus banget, Mbaaak. Kalau suatu saat ada rezeki ke Tokyo mau banget ke sini. Aku tuh suka banget jalan-jalan di taman. Apalagi kalau pas hawanya sejuk. Bisa sekalian piknik.

  24. MasyaAllah bagus banget, Mbak. Kalau suatu saat ada rezeki ke Tokyo akan jadikan Taman Rikugien ini salah satu destinasi aku. Suka banget aku tu jalan-jalan di taman gini. Apalagi kalau cuacanya bagus bisa sekalian piknik.

  25. Konnichiwa mba, masha Allah keren banget tamannya. Emang mah kalau jepang tamannya punya ciri khas tersendiri. Kesannya adem dan asri gitu ya serta artistik

  26. Senangnya berkunjung ke mari, selalu disuguhkan dengan cerita tentang Jepang yang menarik. Maa syaa Allaah baru pemandangan tamannya saja sudah indah banget, kayaknya bakal betah sekali kalau bisa berkunjung ke sana.

Bagaimana tanggapanmu? Mari berbagi ^_^